Rabu, 28 Oktober 2020

PRESS RELEASE POLRESTA SIDOARJO TERKAIT ANGGOTA LSM L-KPK (LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI)

Polresta Sidoarjo melaksanakan Press Release pada Kamis (1/2/2018), terkait penangkapan 2 orang anggota LSM L-KPK (Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi) atas nama Agung Budi Wibowo (53) dan Wulyono (43). Pada 31 Januari lalu Agung dan Wulyono mendatangi Polsek Candi untuk menanyakan seputar kasus penanganan korupsi, yaitu tentang adanya penjualan Tanah Kades Desa (TKD) Kalipecabean. saat menanyakan kasus itu tiba-tiba terlihat lencana penyidik Polri yang dikalungkan oleh salah satu pelaku. Polisi langsung menanyakan perihal lencana tersebut dan mengamankan keduanya.

"Kami menduga kedua orang ini berniat tidak baik dengan menggunakan lencana asli penyidik Polri. untuk saat ini, keduanya memang tidak ditahan. Namun pihaknya menyilakan masyarakat untuk melapor jika pernah mengalami intimidasi, pemerasan, maupun penipuan yang dilakukan LSM Komunitas Pengawas Korupsi ini" ujar Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Wahyu Norman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mulyawan, S.IP, turut hadir dalam press release ini menyatakan "LSM L-KPK memiliki SK Kemenkumham namun belum melaporkan keberadaannya di Bakesbangpol Sidoarjo. Sesuai UU 16 Tahun 2017, Organisasi Kemasyarakatan dilarang menggunakan lambang atribut pemerintahan serta melampaui kewenangan atau melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum. Adanya kemiripan lambang dan atribut dapat membingungkan masyarakat dan berpotensi disalahgunakan oleh anggota LSM, dan tindakan yang dilakukan sudah di luar tugas dan fungsi LSM itu sendiri"

Sudah tercatat 2 LSM yang melakukan tindakan di luar kewenangan yaitu LSM GANASS dan LSM L-KPK dan sudah diproses oleh pihak yang berwenang.

0 KOMENTAR UNTUK "PRESS RELEASE POLRESTA SIDOARJO TERKAIT ANGGOTA LSM L-KPK (LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI)"

Peraturan dalam berkomentar:

1. Komentarlah dengan menggunakan Email yang valid

2. Menggunakan bahasa yang sopan dan baik

3. Dilarang berkomentar mengenai SARA, Memicu perdebatan, atau tentang hoax

Add Comment